Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts
Showing posts with label Sepak Bola. Show all posts

Tuesday, December 21, 2010

Timnas Indonesia di piala AFF

Penampilan timnas Indonesia di piala AFF 2010 sangat mengesankan. Dari 7 pertandingan yang sudah dilalui timnas memenangkan pertandingan sebanyak 6 kali dan hanya sekali kalah yaitu di babak penyisihan vs malaysia 5-1, vs laos 6-0, vs thailand 2-1, dan babak semifinal vs filipina dengan skor sama-sama 1-0 di dua pertandingan.
Timnas indonesia di final akan menghadapi malaysia yang di semifinal mengalahkan vietnam dengan skor agregat 2-0.
Tapi sayang hasil mengesankan itu belum mampu membawa Indonesia menjadi juara Piala AFF 2010 karena di 2 pertandingan  final home  (2-1) and away (0-3) sehingga timnas kalah agregat 2-4, hasil mengesankan Indonesia itu merupakan hasil yang terbaik diantara semua kontestan Piala AFF termasuk termasuk sang juara Malaysia yang hanya membukukan rekor 3 kemenangan 2 seri dan 2 kali kalah, sehingga Indonesia pantas disebut sebagai juara tanpa mahkota.
Tapi tahukah anda rekor yang sudah dibuat timnas diajang piala AFF semenjak turnamen ini di gelar tahun 1996, timnas bersama vietnam merupakan tim yang paling sering tampil di semifinal yaitu sebanyak 7 kali (1996, 1998, 2000, 2002, 2004,2008, dan 2010), indonesia juga merupakan tim kedua setelah thailand yang paling banyak merasakan bagaimana rasanya atmosfer partai puncak dengan 4 kali tampil (2000, 2002, 2004, dan 2010) , dan indonesia juga merupakan tim terbanyak yang mengantarkan pemainnya menjadi top score yaitu di empat pergelaran piala AFF atas nama : Gendut doni (5 gol) tahun 2000, Bambang pamungkas (8 gol) tahun 2002, Ilham jaya kesuma(7 gol) tahun 2004, dan Budi sudarsono (4 gol) tahun 2008.

Monday, December 20, 2010

sejarah indonesia di piala dunia

Pemain Hindia Belanda di Piala Dunia 1938

Indonesia pada tahun 1938 (di masa penjajahan Belanda) sempat lolos dan ikut bertanding di Piala Dunia 1938. Waktu itu Tim Indonesia di bawah nama Dutch East Indies (Hindia Belanda), peserta dari Asia yang pertama kali lolos ke Piala Dunia. Indonesia tampil mewakili zona Asia di kualifikasi grup 12. Grup kualifikasi Asia untuk Piala Dunia 1938 hanya terdiri dari 2 negara, Indonesia (Hindia Belanda) dan Jepang karena saat itu dunia sepak bola Asia memang hampir tidak ada. Namun, Indonesia akhirnya lolos ke final Piala Dunia 1938 tanpa harus menyepak bola setelah Jepang mundur dari babak kualifikasi karena sedang berperang dengan Cina.
Pada tahun 1930-an, di Indonesia berdiri tiga organisasi sepak bola berdasarkan suku bangsa, yaitu Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB)yang lalu berganti nama menjadi Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) di tahun 1936 milik bangsa Belanda, Hwa Nan Voetbal Bond (HNVB) punya bangsa Tionghoa, dan Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) milik orang Indonesia. Nederlandsch Indische Voetbal Bond (NIVB) sebuah organisasi sepak bola orang-orang Belanda di Hindia Belandamenaruh hormat kepada Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) lantaran Soerabajasche Indonesische Voetbal Bond (SIVB)yang memakai bintang-bintang dari NIVBkalah dengan skor 2-1 lawan Voetbalbond Indonesia Jacatra (VIJ)salah satu klub anggota PSSIdalam sebuah ajang kompetisi PSSI ke III pada 1933 di Surabaya.
NIVU yang semula memandang sebelah mata PSSI akhirnya mengajak bekerjasama. Kerjasama tersebut ditandai dengan penandatanganan Gentlemen’s Agreement pada 15 Januari 1937. Pascapersetujuan perjanjian ini, berarti secara de facto dan de jure Belanda mengakui PSSI. Perjanjian itu juga menegaskan bahwa PSSI dan NIVU menjadi pucuk organisasi sepak bola di Hindia Belanda. Salah satu butir di dalam perjanjian itu juga berisi soal tim untuk dikirim ke Piala Dunia, dimana dilakukan pertandingan antara tim bentukan NIVU melawan tim bentukan PSSI sebelum diberangkatkan ke Piala Dunia (semacam seleksi tim). Tapi NIVU melanggar perjanjian dan memberangkatkan tim bentukannya. NIVU melakukan hal tersebut karena tak mau kehilangan muka, sebab PSSI pada masa itu memiliki tim yang kuat. Dalam pertandingan internasional, PSSI membuktikannya. Pada 7 Agustus 1937 tim yang beranggotakan, di antaranya Maladi, Djawad, Moestaram, Sardjan, berhasil menahan imbang 2-2 tim Nan Hwa dari Cina di Gelanggang Union, Semarang. Padahal Nan Hwa pernah menyikat kesebelasan Belanda dengan skor 4-0. Dari sini kedigdayaan tim PSSI mulai kesohor.
Atas tindakan sepihak dari NIVU ini, Soeratin, ketua PSSI yang juga aktivis gerakan nasionalisme Indonesia,sangat geram. Ia menolak memakai nama NIVU. Alasannnya, kalau NIVU diberikan hak, maka komposisi materi pemain akan dipenuhi orang-orang Belanda. Tapi FIFA mengakui NIVU sebagai perwakilan dari Hindia Belanda. Akhirnya PSSI membatalkan secara sepihak perjanjian Gentlemen’s Agreement saat Kongres di Solo pada 1938.
Maka sejarah mencatat mereka yang berangkat ke Piala Dunia Perancis 1938 mayoritas orang Belanda. Mereka yang terpilih untuk berlaga di Perancis, yaitu Bing Mo Heng (kiper), Herman Zommers, Franz Meeng, Isaac Pattiwael, Frans Pede Hukom, Hans Taihattu, Pan Hong Tjien, Jack Sammuels, Suwarte Soedermadji, Anwar Sutan, dan Achmad Nawir (kapten). Mereka diasuh oleh pelatih sekaligus ketua NIVU, Johannes Mastenbroek. Mo Heng, Nawir, Soedarmadji adalah pemain-pemain pribumi yang berhasil memperkuat kesebelasan Hindia Belanda, tetapi bertanding di bawah bendera kerajaan Nederland.