Thursday, October 22, 2009

Pengukuran Sasaran Mutu ISO 9001




Salah satu penetapan Sasaran Mutu dalam ISO 9001 adalah harus terukur. Artinya target / sasaran yang telah ditetapkan diukur / dihitung untuk menghasilkan suatu nilai yang akan dicapai. Acuan pengukuran sasaran mutu di setiap proses / bagian untuk metode pengukurannya ditetapkan pada suatu "Standard Cara Mengukur Sasaran Mutu". Nah berikut ini cara membuat "Standard Cara Mengukur Sasaran Mutu", langsung pada contoh, sbb:


  • Sasaran Mutu: "Produk NG untuk Packing 4 % / bulan", Penjelasannya : Jumlah produk tidak bagus / tidak sesuai dengan standard atau tidak dapat diproses lanjut dari total jumlah produk yang dihasilkan, cara mengukur : = (Jumlah Produk NG / Jumlah produk 1 bulah) * 100%, Frekwensi : 1 bulan, PIC : Divisi Packing.
  • Sasaran Mutu: "Tidak ada Kesalahan Inspeksi & Pengukuran = 0 ", Penjelasannya: Kesesuaian pengecekan dan pengukuran sesuai dengan standard yang ada, Cara Mengukur : Jumlah hasil Inspeksi & Pengukuran yang lolos dari QC, Frekwensi : 1 bulan, PIC : Divisi QC.

Contoh berupa standar cara mengukur sasaran mutu dalam bentuk tabel, dapat didonlot pada link berikut:
Contoh cara mengukur Sasaran Mutu ISO 9001

Demikian sedikit ulasan tentang pengukur sasaran mutu ISO 9001.

Monday, October 12, 2009

Sasaran Mutu dalam ISO 9001


Sasaran Mutu merupakan tujuan yang akan dicapai dalam melakukan proses pada suatu Perusahaan / Organisasi. Seperti diketahui bahwa Kebijakan Mutu yang telah ditentukan bisa sebagai pembuka jalan dalam pembuatan Sasaran Mutu, itu merupakan salah satu cara termudah, walaupun bisa saja menggunakan masukan dari tingkatan bawah (bottom-up) atau cara - cara lainnya. Semua cara - cara tersebut setidaknya harus sesuai dengan fokus kepada pelanggan dan dikomunikasikan ke semua tingkatan dalam Perusahaan / Organisasi.
Pembuatan Sasaran Mutu ini terbagi menjadi dua yaitu Sasaran Mutu untuk tingkatan Perusahaan / Organisasi dan Sasaran Mutu untuk tingkatan / fungsi terkait.

Metode Pembuatan Sasaran Mutu dalam ISO 9001 mempunyai prinsip SMART yaitu harus Specific (Spesifik), Measurable (terukur), Achievable (dapat dicapai), Relevant (relevan), Time-Bound (Batas waktu).
  • Specific : target yang ditentukan haruslah spesifik / jelas, misal: Produk NG Untuk Pengecatan.
  • Measurable : harus terukur, ex: Produk NG untuk Pengecatan 3 %
  • Achievable: Target yang ditentukan haruslah yang masuk akal bisa dicapai, ex: Standar kapasitas produksi sesuai hasil analisa yang telah ditetapkan untuk bagian Pengecatan adalah 1400 / bulan. Dalam hal ini tidaklah mungkin menetapkan sampai 2000 / bulan dengan waktu normal yang telah ditetapkan.
  • Relevant: Sasaran mutu yang ditetapkan harus relevan/sesuai dengan proses / fungsi terkait. Ex: Bagian PPC setidaknya mempunyai Sasaran Mutu "Ketepatan Waktu Pembuatan Rencana Produksi" bukannya mempunyai sasaran mutu "Tidak ada Kesalahan Pengujian".
  • Time Bound : harus mempunyai batas waktu yang jelas, ex: Produk NG untuk Pengecatan 3 % / bulan

Sasaran Mutu yang telah dibuat ini pastinya harus diukur / dianalisa dalam suatu laporan Analisa Data sesuai waktu yang ditetukan dalam pencapaiannya. Untuk mengukur Sasaran Mutu Tersebut akan dibahas pada postingan - postingan berikutnya.

Demikian uraian singkat tentang pengertian & metode pembuatan Sasaran Mutu ISO 9001
Contoh Sasaran Mutu dapat didownload pada link dibawah ini:
contoh sasaran mutu iso 9001

Sunday, September 27, 2009

KAWASAKI D-TRACKER X 250

Technical Specification Kawasaki D-Tracker x 250

Engine type: 4-Step, DOHC, 4 valves
System: liquid
Number of cylinder & Content: 1 fruit & 249cc
Step x Diameter: 72.0 x 61.2 mm
Comparison of Compression: 11:1
Maximum power: 18.0 kW / 9000 rpm
Torsi Maximum: 21 Nm / 7000 rpm
Injection system: Keihin F001
Starter System: Electric Starter
Transmission type: 6 speed return


Gigi final comparison: 2.786 (39/14)
Number of Ratio Roda Gigi: 7.429 in Top Gear
Ignition system: TIS
Front Suspension: telescopic
Rear Suspension : mono shock
Length x Width x Height: 2130 X 795 X 1125 mm
Wheel bearing distance: 1,420 mm
Lowest distance to the ground: 265 mm
Front brake: Hidrolic, Single-Disc
Rear brake: Hidrolic, single-Disc
Front Wheel: 70/100-19
Rear Wheel: 90/100-16
Weight empty: 139 kg /

Kawasaki KLX 150S

Kawasaki KLX 150S Picture

Kawasaki KLX 150S Technical Specification:

Engine type: 4-Step, SOHC, 2 valves
System: air
Number of cylinder & Content: 1 fruit & 144cc
Step x Diameter: 58.0 x 54.4 mm
Comparison of Compression: 9,5:1
Maximum power: 8.60 kW / 8000 rpm
Maximum Torsion: 12 Nm / 6500 rpm
Carburettor: Keihin NCV24
Starter System: Kick Starter & Electric Starter
Transmission type: 5 speed return
Comparison Roda Gigi: To-1: 2.917 (35/12)
To-2: 2.000 (32/16)
To-3: 1.474 (28/19)
4th: 1.182 (26/22)
To-5: 1.000 (24/24)
Gigi final comparison: 3.143 (44/14)
Number of Ratio Roda Gigi: 9.051 in Top Gear
Ignition system: DC-CDI
Idle Speed: 1400 (± 50) rpm
Type of frame: Perimeter, Box Section, Stainless Steel High
Rear Suspension : UNION TRAK ® linkage system and single shock with 5-way preload adjustability / 7.1 in.
Length x Width x Height: 1975 X 760 X 1080 mm
Wheel bearing distance: 1,285 mm
Lowest distance to the ground: 250 mm
Suspension Front: 33mm telescopic fork / 7.1 in.
Front brake: Hidrolic, Single-Disc
Rear brake: Hidrolic, single-Disc
Front Wheel: 70/100-19
Rear Wheel: 90/100-16
Julur Front: 310 mm
Julur Rear: 380 mm
Type / Length helm: Handle Bar / 760mm
Turn the corner: 43 ° to 43 ° left and right
Maximum weight: 228 kg
Weight empty: 108 kg

Sunday, September 6, 2009

Visi, Misi & Kebijakan mutu ISO 9001


Visi, Misi & Kebijakan mutu merupakan sebagai suatu landasan dalam penerapan ISO 9001 pada suatu Perusahaan / Organisasi. Ketiga Hal tersebut pastinya harus dikomunikasikan dari tingkatan paling atas (selaku pembuat Visi, Misi & Kebijakan mutu) sampai ke tingkat paling bawah. Berikut ini penjelasan tentang ketiga hal tersebut, sbb:

VISI
Merupakan tujuan / rencana jangka panjang untuk menghasilkan cita – cita yang diinginkan. Misal : Perusahaan A bergerak di bidang produksi “Air Minum Dalam Kemasan (AMDK)” mempunyai visi sbb: “Menjadi Produsen AMDK Yang Paling Berkualitas di Indonesia” atau bisa juga “Menjadi Pemimpin pasar dalam produksi AMDK di Indonesia dengan mengutamakan kepuasan pelanggan”

MISI
Merupakan tujuan / rencana jangka pendek untuk mendukung VISI yang ada. Contoh Misi:

>> Membuat inovasi dalam menghasilkan AMDK yang bermutu
>> Memastikan pengawasan yang ketat terhadap produk yang dihasilkan
>> Memastikan tingkat kepuasan pelanggan terpenuhi terhadap produk yang dihasilkan
>> Menciptakan pekerja – pekerja handal sesuai pendidikan & keterampilannya


KEBIJAKAN MUTU
Merupakan tujuan umum mengacu pada visi & misi yang telah ditetapkan Perusahaan / Organisasi. Dengan adanya kebijakan mutu bisa menjadi petunjuk jalan memulai pembuatan Sasaran Mutu, Rencana Manajemen Mutu, Analisa Data dan sebagainya. Kebijakan Mutu ini hendaknya juga ditinjau ulang kesesuaiannya minimal bisa 1 tahun sekali. Contoh Kebijakan Mutu :

Sesuai Visi Misi yang ada, maka PT. A menetapkan Kebijakan Mutu sbb

1. Mengutamakan Produk Yang Bermutu
2. Penjaminan pelayanan untuk kepuasan pelanggan
3. Mengembangkan Sumber daya manusia yang bermutu

NB:
Cara mengkomunikasikan Visi, Misi & Kebijakan mutu yang sudah dibuat bisa dengan cara sebagai bagian dari dokumen pedoman mutu, ditempel di dinding bisa dengan dibingkai atau cetakan di kertas biasa, ditraining untuk semua tingkatan yang ada, dsb.

Demikian ulasan singkat tentang Visi, Misi & Kebijakan Mutu…..

Thursday, August 27, 2009

Minerva Sachs Megelli Sport 250CC


The new motor sport will try to fight in Indonesia market which is the three variant of Minerva new products. The three are Minerva Megelli Sachs 250, 250M and 250S.
The engine of new Minerva was made by Sachs while the performance was touched by Megelli. So clarity the new Minerva is join venture between Sachs and Megelli.
The price of Minerva Megelli Sachs 250, 250M and 250S in Indonesia is between 25.9-28.9 million rupiah.
Minerva Sachs Megelli Sport 250 CC Spec Overview:

Engine Type SOHC, Air Cooled
Bore x Stroke (mm) 72,5 x 59,8
Displacement (cc) 247
Compression Ratio 11,2:1
Carburettor Type MV 30 P
Max Power (Hp) 20,5/8500
Max Torque 18/8000
Lubrication System Forced & Wet Sump
Clutch: Wet Type & Multi Plates
Gear Transmission 5 Speed
Gear Shift Pattern: 1-N-2-3-4-5
Gear Ratio :
1st 2,769
2nd 1,722
3rd 1,318
4th 1,125
5th 0,962
Generator Spole
Ignition CDI
Battery Type 12V 9 AH
Head Light L/H = (R,L) = 35 w
Tail Light 0,23 w
Stop Light 0,58 w
Winker 5 w
Frame Type Multi Twin Spar Trellis Configuration
Steering Head Angle 30o
Suspension Front Telescopic
Suspension Rear Mono Shock
Wheel Front Rim 2.75x17
Wheel Rear Rim 3.50x17
Type Front 100/70 x 17
Type Rear 130/70 x 17


Chain :
Pitch 520
Number Of Line 104
Fuel Tank Capacity 11 Lt
Height 1.040mm
Length 1.990mm
Widht 825mm
Seat Height 800mm
Wheel Base 1.350mm
Ground Clearance 200mm
Weight 123kg

Sunday, August 2, 2009

MotoGP Mid Session 2009


Akhirnya majalah motoGP Mid-session 2009 terbit juga akhir Juli lalu, cukup menarik bwat referensi para motoGP mania untuk beberapa sesi / race motoGP yang tersisa. Yang diulas didalamnya pastinya review beberapa race yang telah berlangsung serta beberapa berita aktifitas para Rider, ada juga berita pada rider – rider motoGP tahun depan yang akan diisi oleh beberapa rider 250 cc yang sudah pasti dan yang masih tahap negosiasi, ataupun mungkin kepindahan rider WSBK yang akan bergelut di motoGP session 2010, dibahas juga fenomena aksi turun kaki para rider motoGP n masih banyak berita / referensi didalamnya, so.... hunting jangan sampai kehabisan....