Thursday, October 2, 2008

Scusate il Ritardo (Sorry for the delay)


Itulah kalimat yang tercetak pada sebuah kaos sang juara dunia MotoGP 2008 ”The Doctor” Valentino Rossi, yang artinya “Maaf atas keterlambatannya”. Seperti yang diketahui sudah 2 musim ( 2 tahun) mahkota juara MotoGP lepas dari The Doctor, maka dari itu Occy sendiri minta maaf kepada fansnya atas keterlambatnya alias sudah menunggu.
Mereview 2 tahun lalu, sebagian orang berkata Rossi sudah abis, Rossi banyak alasan, Rossi manja (cengeng), Rossi apalah….

Pada 2006, Faktanya Rossi berkendala di Mesin yang beberapa x mati, namum beberapa podiumpun masih bisa dilahap oleh The Doctor (10 podium, 5 x p1, 4 x P2 & 1 x P3) dan hanya selisih 5 point dari Nicky Hayden .

Pada 2007 dimana era pengantian ke mesin 800cc, yang pada waktu tersebut Ducati menjadi mesin dengan tenaga yang luar biasa meninggalkan para konstruktor lainnya, termasuk Yamaha, sebenarnya itu bukan alasan utama ketertinggalan The Doctor & Yamaha, namun disisi lain pengaruh penggunaan ban yang baik pula menjadi alasan tepat The Doctor untuk menggantinya di musim 2008.

Dari semuanya itu di 2008 dengan sabar The Doctor menghadapinya dengan bekerja keras yaitu, meninggalkan keinginannya untuk skedar mencoba nuansa balap lainnya, belajar dari kesalahan, mencoba analisa terbaik dengan talenta yang dimilikinya, dan apapun yang terbaik dilakukan bersama team dan orang – orang terdekatnya. Alhasil the Doctor jauh meninggalkan Rider – Rider lainnya, bahkan di Motegi (Japan) lalu The Doctor telah mengukuhkan dirinya sebagai juara dunia kelas bergengsi MotoGP 800cc 2008 + podium pertama pula (dengan selebrasi yang membuat kagum fan’snya).
Seperti diingat juga tidak mudah bwat The Doctor untuk mencapai podium tertinggi di season 2008 ini : awal penggunaan ban brigestone di Qatar hanya menempat urutan 5, namun setelahnya dengan pasti the doctor menempati podium terus, walaupun tidak podium pertama, puncaknya berhasil membuat hattrik mulai dari Gp China, Perancis & Mugello dan sekali membuat kesalahan yaitu di Assen (GP Belanda). Kita mengetahui juga lawan terberat Rossi (casey stoner) berhasil bangkit dan membuat hatrick mulai dari GP Inggris, Belanda & Jerman, tetapi kelihayan dan talenta / skill the doctor menjadi klimaks di GP Laguna Seca yang disebut – sebut sebagai pertarungan terhebat sepanjang masa. Sejak pada saat seri tersebut, The Doctor tak terbendung lagi sampai pada akhirnya menjadi juara dunia untuk ke-8 x-nya dengan sempurna.

Kita dapat belajar, bahwa suatu keberhasilan bukan merupakan suatu keberuntungan semata, tetapi dari sesuatu yang direncanakan, kerja keras & optimis dalam keadaan apapun. Ok! Congradz Rossi.… :) :) :)

No comments:

Post a Comment